Review – The Lightning Saga
Kemarin saya baru saja selesai membaca ulang miniseri DC yang dulu pernah digadang-gadang sebagai salah satu miniseri terbaik yang terbit pada tahun 2007. Alasan miniseri tersebut sangat menjanjikan adalah tersebutnya tiga tim superhero utama didunia DC kedalam satu plot cerita yang ditulis oleh Bred Meltzer sang penulis Identity Crisis (2005) yang melegenda.
Tersebutlah kisah dimana Justice League of America/JLA (Superman, Batman, Wonder Woman, Green Lantern (Hal Jordan), Hawkgirl, Geo Force, Black Lightning dan Red Arrow) dan Justice Society of America/JSA (Green Lantern (Alan Scott), Flash (Jay Garrick), Mr. Terrific, Liberty Belle, Hourman, Wild Cat, Were Cat dan Hawkman), harus menggabungkan seluruh kemampuan mereka didalam suatu permainan teka teki yang bertema “Apa yang dilakukan oleh para anggota Legion of Super Heroes di masa sekarang ??”
Cerita ini adalah salah satu spin off utama dari DC Special Event Countdown to Final Crisis (DC Countdown) yang diawali oleh tertangkapnya seorang Super Villain yang bernama Trident, setelah diselidiki lebih lanjut ternyata tokoh ini sejatinya adalah seorang hero dari masa depan yang bernama Val Andarr atau lebih dikenal dengan nama Karate Kid.
Setelah bertukar beberapa jurus pukulan dengan The Batman (dan membuktikan bahwa dia dapat memberinya Hernia) Karate Kid menjelaskan bahwa dirinya bukan satu-satunya anggota Legion yang dikirim ke masa lalu. Mereka memiliki suatu misi yang bahkan dirinya sendiripun tidak tau apa dan kapan harus dilakukan seluruh ingatannya hilang dan yang dia ingat hanya bahwa dirinya adalah seorang penjahat super dengan nama Trident.
Kemudian JLA dan JSA bahwa inilah saat yang paling tepat untuk membagi-bagi tim guna mencari para anggota Legion yang tercerai berai tersebut. Melalui beberapa petualangan yang cukup menarik (tetapi sangat kurang menegangkan) akhirnya ditemukan para anggota Legion yang terdampar dimasa sekarang adalah Dream Girl (seorang gadis yang memiliki kemampuan melihat masa depan), Wild Fire (Entity yang memiliki kekuatan api), Timber Wolf (Memiliki kemampuan seperti wolverine J), Dawnstar (seorang tracker) dan terakhir Princess Projectra (membuat halusinasi menjadi nyata).
Setelah semua tokoh utama terkumpul diketahui bahwa misi utama Legion ke masa sekarang adalah untuk membawa kembali (baca menghidupkan/memulangkan) seorang tokoh utama didunia DC yang telah lama tewas dengan suatu mekanisme tongkat petir (Lightning Rod). Tongkat tersebut merupakan suatu media untuk mengembalikan jiwa orang yang telah mati dengan jiwa sang pemegang tongkat sebagai gantinya.
Pendapat saya secara pribadi terhadap miniseri ini adalah cerita yang disajikan sangat dramatik cukup menarik tetapi sangat kurang action. Sekian banyak Super hero papan yang terlibat justru merupakan kelemahan utama pada miniseri ini.
Lightning Saga adalah miniseri yang bercerita tentang pengorbanan untuk mencapai tujuan yang lebih besar, selain itu kedalaman cerita dan perhubungannya terhadap alur cerita pada Countdown sangat dalam sehingga tidak lengkap apabila dilewatkan. Saya sendiri walaupun telah membaca miniseri ini berkali-kali dan juga membaca DC Countdown, masih terlewatkan beberapa momen yang sangat penting yang kemudian menjadi dasar cerita beberapa tahun selanjutnya.
Serial/Miniseri terkait :
1. (2008) DC Countdown / Countdown to Final Crisis.
2. (2008) The Flash Full Throttle (Death of Bart Allen).
3. (2009) Final Crisis : Legion of Three Worlds.
4. (2010) Superman : World of New Krypton.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar